Tampilkan postingan dengan label Berita Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Lomba. Tampilkan semua postingan

Om Hien Singkawang take-over kacer Jaka Tingkir

| komentar

Persaingan kelas kacer di Blok Barat, khususnya di wilayah Jabodetabek, saat ini memang makin ketat. Peserta di kelas ini pun sering membeludak. Jawara-jawara baru bermunculan, atau paling tidak berbagi gelar dengan gaco-gaco lawas langganan juara.
Jika Anda kesulitan mencari artikel di blog ini, silakan dicari dengan memasukkan kata kunci artikel yang Anda cari, pada kolom kosong yang tertera pada halaman ini.
Salah satu gaco lawas yang tetap stabil di jalur juara adalah kacer Jaka Tingkir milik Om Reza PW dari Harmoni SF. Prestasi paling anyar kacer Jaka Tingkir adalah meraih juara 1 dan 2 dalam even Gebyar Merah Putih kemasan Rajawali S3 BC – BnR di lapangan parkir Samsat BSD, Tangerang Selatan, Minggu (23/8).
Kacer Jaka Tingkir
Kacer Jaka Tingkir
Kacer Jaka Tingkir kini menjadi milik Om Hien Liem (Ahien SF Singkawang).
Kacer Jaka Tingkir bersaing sangat ketat dengan Dragon debutan baru milik Om Gustiawan (678 SF). Kedua jagoan ini saling mengalahkan di Kelas S3 dan Tangsel. Usai lomba, Om Hien Liem (Ahien SF Singkawang) langsung melakukan take-over terhadap kacer Jaka Tingkir.
Lalu berapa nilai mahar yang diberikan Om Hien kepada Om Reza? Keduanya memberi jawaban yang sama, namun samar-samar, yaitu pada kisaran di atas Rp 100 juta.
Jauh-jauh hari sebelumnya, Om Reza Harmoni pernah mengatakan bahwa ada beberapa kicaumania yang ingin meminang kacer Jaka Tingkir. Tawarannya pun beragam, namun masih pada kisaran Rp 80 juta hingga Rp 90 juta.
Karena harganya dirasa belum cocok, saat itu Om Reza belum bersedia melepasnya. Setelah Jaka Tingkir menuai prestasi di BSD, Om Hien memberikan tawaran menarik, sehingga transaksi pun terjadi seusai lomba.
Kelebihan dan prestasi kacer Jaka Tingkir
Kacer Jaka Tingkir
Kacer Jaka Tingkir
Kacer Jaka Tingkir termasuk langganan juara di wilayah Jabodetabek.
Apa sih kelebihan kacer Jaka Tingkir? Menurut Om Reza, burung ini memilik materi lagu yang mewah. Isiannya komplet, mulai dari tonjolan cililin, ngekek lovebird, hingga tembakan burung gereja tarung.
Materi lagu ini didukung dengan durasi kerjanya yang maksimal di lapangan, serta volume yang tembus. Dengan beberapa kelebihan ini, tak heran jika Jaka Tingkir termasuk langganan juara di wilayah Jabodetabek.
Berikut ini beberapa prestasi yang pernah diraih kacer Jaka Tingkir selama di tangan Om Reza:
  • Road to Panglima Cup, Jakarta (juara 1)
  • Angpau Cup, Jakarta (juara 1)
  • Anniversary Intercone (juara 1, 1)
  • Kavaleri Cup (juara 1, 1)
  • Piala Sultan Banten, Serang (juara 1)
  • Road to BnR Award (juara 2)
  • Even  Jati Asih Bekasi (juara 1, 1)
  • Mampang Enterprise (juara 1, 1)
  • Halalbihalal Pekalongan (juara 1)
  • Gebyar Merah Putih, BSD (juara 1, 3)
  • Kacer Jaka Tingkir
    Kacer Jaka Tingkir
    Tongkrongan kacer Jaka Tingkir dari depan.
    Ada dua alasan yang membuat Om Reza bersedia melepas Jaka Tingkir. Pertama, ada kecocokan harga. Kedua, Om Hien tetap menitipkan kacer Jaka Tingkir kepada Om Reza untuk dirawat dan dipersiapkan mengikuti even-even di Pulau Jawa.
    Boleh jadi, Om Hien ingin mengikuti jejak beberapa kicaumania luar Jawa seperti H Fitri BKS (Samarinda), Om Willy (Belitung), dan Om Yayang (Pangkalanbun) yang punya jagoan di Jawa.
    Om Hien - Ahien SF Singkawang
    Om Hien - Ahien SF Singkawang
    Om Hien siap kibarkan bendera Ahien SF Singkawang di Pulau Jawa.
    Dengan demikian, Jaka Tingkir sewaktu-waktu bisa ditampilkan dalam even-even di Jawa, tanpa harus direpotkan dengan urusan transportasi udara yang saat ini memang makin ribet.
    "Itu sebabnya, saya bersedia menerima pinangan Om Hien Liem. Saya akan tetap setia mengawal Jaka Tingkir di lapangan," jelas Om Reza.
    Om Hien memang ingin mencoba eksis mengikuti even-even di Jawa, dengan beberapa andalan termasuk kacer Jaka Tingkir. Dia ingin mengibarkan bendera Ahien SF, juga nama Singkawang, di Pulau Jawa.
    Om Reza dan kacer Jaka Tingkir
    Om Reza tetap akan mengawal kacer Jaka Tingkir di lapangan.
    "Mudah-mudahan Jaka Tingkir tetap stabil di jalur juara. Apalagi burung tetap ditangani sendiri oleh Om Reza," kata Om Hien. (d'one)

    Dua murai blacktail mendominasi IKPBS Special Open

    | komentar

    Murai batu Neuron dan lovebird Shoun The Sheep sama-sama menang nyeri juara 1 (double winner) dalam kontes IKPBS Special Open di lapangan Dinakkeswan Balekambang Solo, Sabtu (29/8). Kontes ini digelar sebulan sekali, setiap Sabtu pekan keempat. IKPBS juga menggelar latihan rutin setiap hari Sabtu lainnya di lapangan yang sama.
    Jika Anda kesulitan mencari artikel di blog ini, silakan dicari dengan memasukkan kata kunci artikel yang Anda cari, pada kolom kosong yang tertera pada halaman ini.
    Kontes IKPBS Special Open Solo
    Suasana kontes IKPBS Special Open di Balekambang Solo, Sabtu (29/8).
    Secara periodik, event organizer pimpinan Suwarjono (Om Warjo Depok) ini juga mengadakan lomba yang lebih besar. Misalnya gelaran Fairplay Cup, 1 Maret lalu, kerjasama dengan Om Itok ILS. Kontes akbar lainnya yang bakal digelar IKPBS adalah Ebod Vit Cup di lokasi yang sama (info selengkapnya bisa dilihat di sini).
    Pada kontes rutin Special Open bulan ini, hanya ada dua burung yang berhasil meraih double winner, yaitu murai batu Neuron milik Dony (Ngenden) dan lovebird Shoun The Sheep orbitan Om Sonie dari Soker SF.
    Neuron merupakan murai blacktail alias murai batu ekor hitam. Jagoan ini menjuarai Kelas MB Ekor Hitam FM Vit, mengungguli Negro milik Om Andri Bolang (Ngawi) dan Gaden kepunyaan Om Didit (Keraton Solo).
    Hebatnya, Neuron dan Negro sama-sama tampil lagi dalam kelas murai batu umum, yaitu FM Power. Menghadapi murai-murai ekor putih pun, keduanya tetap tampil trengginas. Neuron akhirnya sukses menjuarai kelas ini, Negro di urutan kedua. Juara 3 diraih murai batu Nekat milik Om Agus Handoko dari Wani SF.
    Murai blacktail Negro juga menuai sukses di kelas umum, setelah menjuarai Kelas FM Daily. Juara 2 dan 3 diraih Cleopatra milik Om Ari Nugroho (Seng Seng SF Boyolali) dan Komando milik Om Agus dari Kaliyoso.
    Penampilan menawan Neuron membuat H Suwadi, pengorbit dan breeder murai batu, kepincut. Dia berusaha merayu Om Dony, namun belum deal. "Saya tawar 15 juta belum boleh, mintanya 20 juta. Ya, sambil jalan, kita coba follow-up lagi. Kalau memang jodoh, ya tidak akan ke mana-mana," tutur Om Suwadi.
    Om SWD, panggilan akrabnya, datang ke Balekambang membawa pleci Begal dan meraih juara satu. Setelah kondang sebagai pengorbit murai batu, belakangan namanya moncer sebagai spesialis pleci.
    H Suwadi dan Redy SF
    H Suwadi dan Redy SF
    H Suwadi (kiri) dan Redy SF juara di kelas pleci dan kenari.
    Pleci Begal berkali-kali menjuarai lomba di wilayah Solo Raya dan seputaran Jogja. Dia masih punya gaco lain di kelas pleci, antara lain Buroq dan Supernova yang menjadi andalan utamanya.
    Lovebird Shoun The Sheep juga menang dua kali. Gaco andalan Om Sonie Solker ini menjuarai Kelas FM Daily B dan FM Vit A. Lovebird lain yang meraih juara pertama adalah Kamaratih milik Om Islamil (Akbar SF), Roro Jonggrang kepunyaan Cokroningrat SF, dan lovebird Soda milik Om Antok Lolohan (Luwes BC).
    Om Antok Lolohan
    Om Antok Lolohan
    Om Antok Lolohan sukses orbitan lovebird hasil breeding sendiri.
    Menurut Om Antok, Soda merupakan lovebird hasil ternak sendiri. "Ini baru awal-awal kita coba, dan bisa meraih juara pertama," kata Om Antok yang menjadi andalan Luwes BC dalam urusan breeding lovebird.
    Om Itok ILS menurunkan gaco anyarnya dalam even ini. Namanya lovebird God Bless, masih ingusan, baru berumur sekitar 4 bulan. Burung ini diperolehnya dari Bursa Love Bird Solo yang dikelolanya.
    Om Itok bersama LB God Bless
    Om Itok bersama LB God Bless
    Om Itok bersama LB God Bless umur 4 bulan.
    "Kondisinya masih terlalu giras. Tetapi daripada tidak nurunin apa-apa, ya saya coba saja. Ternyata di Kelas Daily B tampil cukup bagus, sehingga bisa meraih juara kedua. Nanti mau saya setel agar tampil lebih maksimal di Piala Raja," ujarnya.
    Kenari hanya dibuka satu kelas, dan dimenangi Sunrise koleksi Redy SF Klaten. Juara 2 dan 3 diraih kenari Naruto milik Om Onggo (Luwes BC) dan Senator kepunyaan Om Kempong (Solo).
    Kenari Sunrise
    Kenari Sunrise
    Kenari Sunrise milik Redy SF Klaten juara 1.
    Cendet juga digelar satu kelas. Cendet Sekring koleksi Om Jony dari Glembuk SF (Sarangan, Magetan) meraih juara 1. Juara 2 dan 3 diraih cendet Junior milik Om Didit Ong (Solo) dan Samsung kepunyaan Om Alvin Syuhada dari Ring Parkid Jojga. (Waca)
    Cendet Sekring
    Cendet Sekring
    Cendet Sekring jadi ancaman serius di Blok Tengah.
    Om Jony Glembuk dan cendet Sekring
    Om Jony Glembuk dan cendet Sekring
    Om Jony dari Glembuk SF Sarangan, Magetan, bersama cendet Sekring.

    Launching EP 24 Mampang

    | komentar

    Lomba burung berkicau Launching EP 24  Mampang di Lapangan Mampang Prapatan Jakarta Selatan, Kamis (28/8) kemari, lumayan diluberi peserta. Tiket terjual sebanyak 600 lembar. Sejumlah burung papan atas seperti cucak hijau Dolphino dan Tegar, kenari Elvis Presley dan Dewa Kecil, lovebird Safir dan Ramones turun di sini.
    Jika Anda kesulitan mencari artikel di blog ini, silakan dicari dengan memasukkan kata kunci artikel yang Anda cari, pada kolom kosong yang tertera pada halaman ini.
    Namun ada juga jagoan anyar yang menembus kasta tertinggi. Misalnya murai batu Den Bagus milik Om Aan Tulungagung. "Ini jagoan anyar, baru saya dayangkan dari Jambi. Sempat dicoba dalam even BSC di Pasar Bersih Cikarang, dengan hasil juara satu dan dua," kata Om Aan.
    Bagaimana prestasinya di Launcing EP 24  Mampang? Den Bagus tetap tampil memukau, dan meraih juara 1 di kelas utama EP 24. Black Angel milik Om Thole (Hanggar Enterprise) dan Pecut koleksi Om Willy (Al Assoy) menempati peringkat kedua dan ketiga.
    Murai batu Den Bagus
    Murai batu Den Bagus juara 1 dan 3.
    Den Bagus kembali moncer di Kelas Ebod Joss, meski berada di urutan ketiga. Kelas ini dijuarai murai batu Gembler koleksi Om Angki (Jambon BC), sementara TS milik Om Yamin Salim (Jakarta) juara 2.
    Satu kelas lainnya dijuarai murai batu Radja Minyak. Jagoan milik Om Lutfi (Duta Royhan) ini unggul atas MB Lutung besutan Om Omenz (Jagakarsa Team) dan Kavelery milik Harry BC Jakarta.
    Om Aan dikenal sebagai pengorbit murai jawara. Kicaumania senior yang mukim di Jakarta Timur ini sering mengorbitkan murai batu jawara, termasuk murai blacktail bernama Negro.
    Kini dia kembali sukses mengorbitkan Den Bagus. Jagoan ini memang layak menang. Selain memiliki durasi kerja maksimal sejak awal digantang hingga akhir penilaian, materi lagunya juga oke.
    Om Aan dan murai batu Den Bagus
    Om Aan ortbitkan murai batu Den Bagus.
    "Den Bagus punya materi lagu berupa tembakan celilin, diselingi kapas tembak, dan ditutup ngekek lovebird. Semua ini dibawakannya panjang-panjang, penuh harmoni, dengan volume tembus. Meski tadi menempati gantangan paling pinggir, juri-juri pun terpukau melihat aksinya," tutur Om Aan.
    Secara personal, kicaumania yang paling menonjol dalam even ini adalah Om Jhonpur (JP SF Depok). Dua gaconya, cucak ijo Dolphino dan lovebird Safir, memberinya tiga trofi juara pertama. Dolphino bahkan nyaris memborong semua (3) kelas yang dilombakan.
    Jhonpur dan cucak hijau Dolpino
    Om Jhonpur: Cucak hijau Dolphino nyaris mencetak hattrick.
    Cucak hijau Dolpohino nyaris mengulangi prestasinya saat meraih hattrick dalam Soft Opening Base Camp Kicau Mania di Depok, 31 Mei lalu. Di Kelas Jatijajar, Dolphino meraih juara pertama, setelah bersaing ketat menghadapi cucak hijau Tegar milik Om Yogi Naga Hitam yang menempati peringkat kedua.
    Kelas Ebod Vit juga dimenangi Dolphino. Namun cucak hijau Tegar, peraih hattrick dalam even akbar BnR Award 2015 di Cibubur (7/6), mampu melakukan revans dengan menjuarai kelas bergengsi EP 24. Dolphino harus puas di posisi kedua.
    Padahal empat hari sebelumnya, Dolphino juga nyeri juara pertama dalam even Piala Danyon Gagak di Bintaro (23/8). Ini membuktikan kestabilan prestasinya selama ini, juga staminanya yang tangguh.
    Om Yogi Naga Hitam bersama cucak hijau Tegar.
    Ada cerita menarik mengenai cucak hijau Tegar. Dua hari sebelumnya, burung ini sempat lepas dari sangkar, saat kandangnya sedang dibersihkan.
    Sempat menghilang semalam, akhirnya Tegar berhasil ditangkap keesokan harinya.  Sehari kemudian turun di Launching EP 24 , dan bisa meraih juara 1 dan 2.
    Selain menjuarai cucak hijau, Om Yogi Naga Hitam juga menuai kemenangan di kelas kenari, melalui aksi cantik Elvis Presley dan Dewa Kecil.
    Elvis Presley menjuarai Kelas Jatijajar, setelah bersaing dengan Burayot milik Om Eka Jr (JrC Halim). Juara ketiga pun diraih gaco lawas milik Om Yogi, yaitu kenari Viper.
    Kenari Elvis Presley
    Kenari Elvis Presley: Tongkrongan yahud, prestasinya juga yahud.
    Dewa Kecil terbaik di Kelas Ebod Vit A, mengungguli Predator besutan Om Ali / Tomy (Alto SF) serta Burayot. Namun Burayot juga tampil apik dan meraih juara 1 Kelas Ebod Vit B. Juara 2 dan 3 diraih The Yellow milik Om Adry Doy (Predator Team) dan kenari Viper.
    Lovebird Safir juga memberi trofi kemenangan untuk Om Jhonpur. Turun di semua (tiga) kelas, Safir selalu moncer. Bahkan burung ini menjuarai Kelas EP 24, mengungguli salah satu lovebird terbaik di Jabodetabek, yaitu Mata Dewa koleksi Happard BC.
    Lovebird Safir terus mengukir prestasi.
    Dalam Piala Danyon Gagak, Safir mencetak kemenangan hattrick. Namun kali ini LB Safir harus puas meraih juara 1, 5, dan 6. Kelas Jatijajar A dan B masing-masing dijuarai lovebird Ramones koleksi Om Oebixs (DKSH SF) dan Fortune besutan Om Aan F2 (Jakarta).
    Secara keseluruhan, Launching EP 24 Mampang berlangsung meriah, lancar, dan sukses. Setelah ini, EP 24 Mampang menggelar latber rutin setiap Kamis, mulai pukul 12.00.
    Sebelumnya, EP Enterprise milik Om Edy Prabowo dengan pelaksana Om B-Jo juga membuka tempat latihan di Water Park / Kolam Renang Ceria, Depok. Latber EP Ceria Depok digelar dua kali seminggu, yaitu hari Sabtu dan Senin. (d'one)
    Om B-Jo
    Om B-Jo
    Om B-Jo, motor penggerak EP Enterprise.

    Kacer hitam Juara di Muara Teweh BC Cup

    | komentar

    Raja Kipas, kacer dada hitam orbitan Om Irfan dari Dwi Warna SF (Barabai), sukses menjuarai empat kelas alias quattrik dalam lomba burung berkicau Muara Teweh BC Cup di halaman MTs Negeri Muara Teweh, Jl A Yani Muara Teweh, Kalimantan Tengah, Minggu (23/8).

    Muara Teweh BC Cup: Cucak hijau dibuka hingga enam kelas
    Gelaran ini berlangsung dalam cuaca cerah, diikuti sejumlah kicaumania di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Panitia yang digawangi Mr Trisilo (ketua pelaksana) menurunkan tim juri kolaborasi dari PBI Kalsel dan juri-juri independen.
    Kinerja tim juri patut diapresiasi, karena penilaian dinilai sebagian peserta sangat memuaskan. Terbukti tidak ada satu pun komplain atau protes dari para peserta.
    Tidak bisa dimungkiri, bintang lapangan kali ini adalah kacer hitam Raja Kipas. Gaco milik Om Irfan (Dwi Warna SF) ini meraih double winner pada kelas spesialisnya, kacer hitam, masing-masing Kelas Executive dan Bintang.
    Di Kelas Execitive, Raja Kipas mengungguli kacer Pasopati milik Mr Gusti (Adelian SF) serta ML kepunyaan Om Udin (Amandit BC Kandangan). Raja Kipas juga tak terkalahkan di Kelas Bintang. Juara 2 dan 3 diraih Black Ghost milik Om Surya, rekannya dari Dwi Warna SF, dan kacer ML.


    Dwi Warna SF (Barabai) juara umum single fighter. Kacer Kipas Raja cetak quattrick.
    Kehebatan kacer Raja Kipas ternyata belum berhenti sampai di sini. Om Irfan juga menurunkannya pada kelas kacer umum, yang diikuti kacer poci (dada putih) dan kacer hitam. Dua kelas pun kembali dijuarai Raja Kipas, yaitu Sejati dan Favorite. Dua kali burung ini mengungguli Blood X besutan Om Dwi (Muara Teweh) dan Pasopati milik Mr Gusti (Adelian SF).
    Kemenangan ini membuktikan kacer hitam yang merupakan plasma nutfah asli Kalimantan dapat mengalahkan kacer poci. Panitia juga menobatkan Raja Kipas sebagai kacer hitam terbaik.
    Adapun gelar kacer terbaik diraih Pengiring milik Om Dayat dari Amandit BC. Jagoan ini meraih kemenangan di Kelas Bintang, juara 2 Kelas Executive, serta juara 5 Kelas Favorite. Kelas utama Executive dimenangi Sinchan, kenari milik Om Kevin dari Jingah SF.


    Amandit BC Kandangan juara umum bird club.
    Even Muara Teweh BC Cup juga menjadi pesta kemenangan bagi enam burung lainnya. Cucak hijau Pasopati, murai batu Moser dan Hanuman, kenari Beben, serta lovebird Seruling Sakti dan Miss Borneo menuai double winner.
    Cucak hijau dibuka enam kelas. Kelas utama dimenangi Asoka milik Mr Larno (Pramuka). Cucak hijau Pasopati kepunyaan Abah Panji (Amandit BC) tampil gemilang dengan menjuarai Kelas Bintang A dan Bintang B.
    Kelas Sejati A dan B masing-masing dimenangi cucak hijau Jamrud koleksi Srikandi SF dan Kalijo milik Om Rija R (Amandit BC). Satu kelas lagi, Favorite, dijuarai cucak hijau Salto milik Om Heru dari Muara Teweh.
    Cucak hijau Pasopati turun di semua (enam) kelas dan selalu masuk lima besar, dengan raihan dua kali juara 1, serta juara 2, 4, 4, dan 5. Tak heran jika Pasopati dinobatkan sebagai cucak hijau terbaik.
    Persaingan seru terjadi di kelas murai batu, yang dibuka lima sesi. Beberapa jagoan tampil mencorong, antara lain murai batu Hanuman milik Om Aulia Membara (Patas BC), Moser kepunyaan Om Gusti (Adelian SF), Ayak Mamo orbitan H Ipan (Dwi Warna SF), dan Sengketa milik Om Rija R (Amandit BC).


    Patas BC moncer bersama murai batu Hanuman.
    Moser sukses menjuarai Kelas Executive dan Bintang A. Hanuman juga tampil memikat, dengan menjuarai dua kelas, yaitu Bintang B dan Favorite. Kelas Sejati dimenangi murai batu Sengketa.
    Gelar murai batu terbaik diraih Hanuman, karena akumulasi poinnya paling tinggi dengan meraih dua kali juara 1, serta juara 2, 3, dan 3. Artinya, Hanuman yang turun di semua kelas selalu masuk tiga besar.
    Om Aulia pun merasa puas. Pasalnya, Hanuman tampil dengan sangkar kosan yang menjadi sangkar hariannya selama ini. Namun, juri memang hanya melihat kualitas burung. Hanuman memiliki isian mewah, antara lain suara burung siri-siri, pelatuk, lovebird, dan cililin.
    Kelas lovebird terdiri atas empat sesi. Dua lovebird sama-sama meraih double winner, yaitu Seruling Sakti milik H Iwan dan Miss Borneo kepunyaan H Ahmad, keduanya dari Amandit BC.
    Dari empat penampilannya, Miss Borneo meraih juara 1, 1, 2, dan 2, dengan total poin 350. Adapun Seruling Sakti meraih juara 1, 1, dan 2 dengan total poin 275. Gelar lovebird terbaik pun diraih Miss Borneo.
    Satu lagi burung yang meraih double winner adalah kenari Beben. Panitia memang hanya membuka dua kelas kenari, yaitu Sejati dan Favorite. Gaco milik H Ipan (Dwi Warna SF) ini mengungguli Alexis Sances kepunyaan Om Kotrek dan Permata milik Om Angga, keduanya dari Muara Teweh.
    Di akhir acara, panitia menetapkan Dwi Warna SF meraih juara umum single fighter. Adapun juara umum bird club / team diraih Amandit BC. Panitia mengucapkan terimakasih atas kehadiran para peserta, seraya mohon maaf jika masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan lomba. (Kontributor: Om Rahmad Hidayat)


    Parade para pemilik burung terbaik di Muara Teweh BC Cup.

    Empat kelas pleci dalam gelaran BSC Cikarang, Sabtu (29/8)

    | komentar

    Bird Song Community (BSC) Cikarang akan mengadakan lomba burung berkicau di Pasar Bersih Cikarang, Jl Tarum Barat Pintu 11 Jababeka, Sabtu 29 Agustus 2015. Panitia yang diketuai Om Deden Jebred membuka lima kelas yang seluruhnya terdiri atas 27 sesi lomba.
    Pleci dibuka hingga empat kelas. Tiga di antaranya berada dalam Kelas 220 Volt, dengan harga tiket hanya Rp 30.000. Satu sesi lainnya di Kelas AMB (tiket Rp 50.000). Juara 1-3 untuk semua kelas pleci mendapat hadiah uang dan trofi.
    Kelas utama Emerald (tiket Rp 150.000) hanya melombakan murai batu. Juara 1 mendapat hadiah Rp 2 juta, bonus Rp 500 ribu, dan trofi. Info selengkapnya dapat dilihat pada brosur. Tiket bisa dipesan melalui Om Torus (0812 8651 3457 / Pin BB 5503A875 / 27F722D4).
    Brosur Lomba Burung Berkicau Bird Song Community, Cikarang, 29 Agustus 2015
    Brosur Lomba Burung Berkicau Bird Song Community, Cikarang, 29 Agustus 2015
    Brosur bisa diunduh di Halaman Brosur Lomba Burung. Klik link tersebut sampai muncul browser baru. Cari brosur di atas dengan melihat judul lomba dan tanggal pelaksanaannya. Klik judul terpilih, sehingga muncul lagi browser baru berisi gambar brosur ukuran besar.
    Selamat berlomba, jaga sportivitas dan fairplay.
    Salam sukses, Salam dari Om Kicau.
    Aplikasi Android omkicau.com gratis
    APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS
    APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

    SCAN SAJA ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE
    Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).
    PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.
    This article forwarded via FORWARD RSS - http://forward.fullcontentrss.com If you no longer wish to receive email from Forward RSS, click here to unsubscribe: http://forward.fullcontentrss.com/unsubscribe.php

    Lovebird Ken Ayu nyeri di Rajawali S3 BC, kacer Dragon nyaris hattrick

    | komentar



    Lomba burung berkicau Gebyar Merah Putih garapan Rajawali S3 BC dan BnR berlangsung ramai di Lapangan Samsat BSD, Tangerang Selatan, Minggu (23/8). Kontes yang digawangi Om Vijay ini memang bertabur bintang, terutama di kelas murai batu.


    Murai batu Pelor Mas milik H Fitri BKS bersaing ketat dengan beberapa gaco papan atas lainnya seperti Hummer andalan Om Herry TSI, CR-7 besutan Om Mbing / Huda (Salemba), Sirius Black kepunyaan Om Agus MOU (Buana SF), hingga Bejo milik trio Budi Roxy / Fredy Chandra / Danil dari Duta KM.

    Kacer Satria dan MB Bandit pesta kemenangan di Spesial NBC Jambi

    | komentar

    Kacer Satria milik Uda Robet dan murai batu Bandit orbitan Om Boby kembali meraih prestasi cantik. Setelah menjuarai beberapa even, Satria menjuarai dua kelas dalam Latihan Spesial Nusantara Bird Club (NBC) di Lapangan Benteng, Simpang Pulai (belakang Mpek Mpek Pak Raden) Kota Jambi, Sabtu (22/8).

    Latihan Special NBC Jambi

    Suasana Latihan Special NBC di Kota Jambi, Sabtu (22/8).
    Dua kali kacer Satria memaksa Srigala, jagoan Om Akia, di posisi runner-up. Satria memenangi Kelas Bintang, diikuti Srigala dan Matrix milik H Abu Tholib.

    Kacer Satria milik Uda Robet

    Kacer Satria milik Uda Robet.
    Posisi pertama dan kedua terulang lagi di Kelas Sejati. Adapun Matrix tergeser ke posisi 4, di bawah kacer Tumor. Kelas Umum dimenangi kacer Rolling Stone milik Om Wandi Abay, disusul Dedi orbitan Om Ucok dan Neo kepunyaan Om Anton.
    Latihan Spesial NBC Jambi
    Latihan Spesial NBC Jambi

    Dari kanan ke kiri: Juara 1, 2, dan 3 kacer di Kelas Bintang.
    Sama seperti Satria, murai batu Bandit juga menjuarai dua kelas. Jagoan Om Boby ini bahkan nyaris hattrick. Dua kelas berhasil dimenanginya, yaitu Bintang dan Umum. Tetapi pada Kelas Sejati berada di urutan kedua di bawah murai batu Killer milik Om Akia.
    Om Boby dan MB Bandit
    Om Boby dan MB Bandit

    Om Boby (kiri) pemilik MB Bandit (juara 1 Kelas Bintang) bersama Om Dayak juara 2).
    Tiga kelas lovebird berlangsung ketat. Tak ada gaco yang benar-benar mendominasi. Lovebird Jablay besutan Om Edi terbaik di Kelas Bintang, disusul Bunga milik Om Ucok. Kolot milik Om Eko dan Iyem koleksi Om Andi LB (KLI) berada di posisi ketiga dan keempat.
    Latihan Spesial NBC Jambi
    Latihan Spesial NBC Jambi

    Para pemenang lovebird Kelas Bintang.
    Iyem menunjukkan kehebatannya di Kelas Sejati. Gelar juara diraihnya setelah mengungguli lovebird Nong milik Om Dody dan Osi Dogan kepunyaan Om Sabnu.
    Om Hendrik KLI menjuarai Kelas Umum, melalui penampilan lovebird Ijah, yang mengungguli Silvia kepunyaan Om Rusdi ILF dan Tukini milik Om Boby. LB Iyem tetap stabil, meski harus puas di urutan keempat.
    Kapas tembak Raja orbitan Om Ahuat bertarung menghadapi lawan-lawannya, terutama Pemulung milik Uda Robet dan Cobra kepunyaan Om Imron Abadi. Raja tampil sebagai juara pertama, disusul Pemulung dan Cobra.
    Sejumlah kenari papan atas di Jambi turun di sini, seperti ST 12 milik Om Ari Mendalo, Boss besutan Om Irr Kenari Jambi (KPKJ), Raja Goyang yang dikawal Om Lontong, dan Rohibnol milik Om Edi KPKJ. Persaingan di dua kelas pun cukup sengit.
    Kelas Sejati dimenangi kenari ST 12, disusul Boss dan Raja Goyang. Boss dan Raja Goyang moncer lagi di Kelas Umum, meski harus puas bertengger di urutan kedua dan ketiga. Kelas ini dijuarai Rohibnol.
    Om Ari dan Om Irr Kenari
    Om Ari dan Om Irr Kenari

    Om Ari (kanan), pemilik kenari ST 12, dan Om Irr Kenari Jambi, pemilik kenari Boss.
    Latihan Spesial NBC rutin digelar di lapangan yang sama setiap Sabtu, dengan menghadirkan juri-juri Ronggolawe Cabang Jambi yang makin mengakar di komunitas kicaumania setempat.
    Kabar terbaru menyebutkan, Lapangan NBC mulai dua minggu lagi dipindah ke Nusa Indah. "Soalnya lapangannya lebih luas," kata Om Dani, penangungjawab NBC.

    Panitia NBC Jambi

    Panitia NBC dan juri-juri Ronggolawe.
    Kehadiran Om Acuan si penjual mpek-mpek
    Ada pemandangan menarik di Lapangan NBC, yaitu kehadiran Om Acuan, penjual empek-empek. Dia selalu hadir setiap ada even latber, latpres, maupun lomba burung berkicau di Kota Jambi. Ini sudah dilakoninya selama enam tahun.
    "Informasi latber atau lomba saya dapatkan dari rekan-rekan kicaumania, juga dari brosur yang rutin ditayangkan omkicau.com," ujarnya.
    Sejak pagi hingga siang, dia berjualan secara berkeliling dan acapkali mangkal di Kolam Pemancingan Unja (Universitas Jambi). Kalau sore hari, dia pindah ke lokasi latber / lomba burung berkicau, sesuai dengan jadwal yang sudah diketahuinya. Sebab even latber di Jambi selalu ada setiap hari, sejak hari Senin hingga Minggu.
    Om Acuan sedang melayani pembeli
    Om Acuan sedang melayani pembeli

    Om Acuan (kaos putih) sedang melayani pembeli.
    Tak heran kalau dia dikenal luas oleh para kicaumania di Kota Jambi dan sekitarnya. Para peserta dan penonton menjadi pelanggan setianya. "Kalau ada even lomba bisa laku hingga tiga ratus biji. Namun kalau latber sekitar dua ratus biji," jelas Om Acuan.
    Hobi burung kicauan, terutama even latber dan lomba, terbukti dapat menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang, termasuk pedagang makanan dan minuman seperti Om Acuan. Dalam satu bulan dia bisa mengantongi laba bersih Rp 2 juta. (Kelana Lana)

    Pleci Dakkar nyeri di Sedulur Peksi Sejagad, tiga burung Om Adho juara 1

    | komentar



    Latber rutin Sedulur Peksi Sejagad kembali digelar di belakang kampus Fakultas Teknik Unsoed, Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga, Sabtu (22/8). Pleci Dakkar menjadi satu-satunya burung yang mampu nyeri juara 1. Om Adho (Soto Raja Sokaraja) juga menuai sukses, karena tiga burungnya meraih juara 1, yaitu di kelas murai baru, cucak hijau, dan kenari.


    Seperti diketahui, Sedulur Peksi Sejagad yang dinahkodai Om Nundu rutin menggelar latber tiap hari Rabu (khusus pleci) dan Sabtu. Even ini makin diminati para kicaumania di Purbalingga dan beberapa daerah tetangga seperti Purwokerto dan Sokaraja.
    Bintang lapangan kali ini adalah pleci Dakkar. Gaco milik Om Ciang Harsono (Avast Team) ini dua kali meraih juara pertama, yaitu Kelas Blater A dan B. Pleci Paladin milik Om Rheza Ardian dari tim yang sama menjadi juara kedua Kelas Blater A.
    Prestasi hebat juga diperlihatkan tiga burung milik Om Adho (Raja Soto Sokaraja). Murai batu Pangeran Ale miliknya terbaik di Kelas Sudirman. Posisi kedua ditempati murai batu Wasijan koleksi Om Rahman Kurnianto, juga dari Sokaraja.
    Om Adho juga menurunkan cucak hijau Ratu Jodha. Burung ini meraih juara 1 Kelas Sudirman, diikuti cucak hijau Satria koleksi Om Lukito (Sokaraja).
    Wajah Om Adho bertambah sumringah, lantaran kenari Toples besutannya juga tidak terkalahkan di Kelas Perwira. Toples mengungguli Raja Polah orbitan Om Kevin (PBR Purwokerto) dan Beras kepunyaan Om Dion (Purbalingga Lor).
    Sebenarnya panitia hanya membuka satu kelas kenari. Namun atas permintaan para peserta, dibuka satu kelas lagi (Blater). Kelas ini dimenangi kenari Domino milik Om Yuana BF (Dinasty Canary). Juara kedua juga diraih Dinasty Canary, melalui aksi kenari Manggala besutan Om Dedy. Raja Polah meraih juara ketiga.
    Lovebird dibuka dua kelas, dan nyaris didominasi Sakura. Burung milik Om Iwan Bagol (Purbalingga) ini sukses menjuarai Kelas Perwira. Sayangnya, Sakura harus puas meraih juara kedua di Kelas Satria. Juara di kelas ini adalah lovebird Satria milik Om Wawan (Purbalingga).
    Sama seperti Sakura, kacer Cobra juga nyaris double winner. Gaco andalan Om Mulyono Suprayogi dari Bancar (Purbalingga) ini tampil sebagai juara 1 di Kelas Perwira.
    Tetapi di Kelas Sudirman, Cobra harus mengakui ketangguhan kacer Rahwana besutan Om Anugrah. Rahwana terbaik di kelas ini, Cobra di posisi kedua, diikuti Gojes kepunyaan Om Inung (Blater).
    Atas nama panitia dan juri, Om Nundu mengucapkan terimakasih kepada seluruh sobat kicaumania yang telah berpartisipasi meramaikan gelaran Latber Sedulur Peksi Sejagad.
    "Yang penting kita semua nyaman. Bangga atas kemenangan, dan tetap tersenyum saat mengalami kekalahan. Toh masih ada waktu untuk menguji setingan jagoan kita di lain hari. Salam kicau Sedulur Peksi Sejagad. Tanpa kalian, kami bukan apa-apa," ujar Om Nundu. (Kontributor: Om Andrew Sunrise)

    KLUB BURUNG: Gelaran AP Jaya Cup di Pekanbaru, 30 Agustus 2015

    | komentar

    KLUB BURUNG
    Tips Berhobi, Penangkaran, Info Lomba dan Download Suara Burung 

    thumbnail Gelaran AP Jaya Cup di Pekanbaru, 30 Agustus 2015
    Aug 23rd 2015, 04:30, by Dudung Abdul Muslim
    BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA. Ikatan Pemuda Remaja Sidomulyo (IPRS) bersama AP Jaya akan mengadakan lomba burung berkicau AP Jaya Cup di lapangan Jalan Adi Soecipto, Sidomulyo, Pekanbaru, Minggu 30 Agustus 2015. Panitia yang dipimpin Om Rudianto SPd membuka lima kelas, termasuk Kelas AP (tiket Rp 150.000) dan IPRS (Rp 100.000). Kelas AP terdiri atas kacer, kenari, lovebird, dan murai batu campuran. Adapun Kelas IPRS terdiri atas murai batu ekor hitam dan serindit. Kedua kelas ini spesial, lantaran hadiah untuk para juara berasal dari hasil penjualan tiket. Info selengkapnya dapat dilihat pada brosur berikut ini. Brosur bisa diunduh di Halaman Brosur Lomba Burung. Klik link tersebut sampai muncul browser baru. Cari brosur di atas dengan melihat judul lomba dan tanggal pelaksanaannya. Klik judul terpilih, sehingga muncul lagi browser baru berisi gambar brosur ukuran besar. Selamat berlomba, jaga sportivitas dan fairplay. Salam sukses, Salam dari Om Kicau. Aplikasi Android omkicau.com gratis SCAN SAJA ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STOREFiled under: JADWAL LOMBA, LOMBA DAN LATIHAN BURUNG Tagged: AP Jaya Cup Pekanbaru, brosur lomba burung, BURUNG, jadwal lomba burung, lomba burung berkicau

     
    Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
    Copyright © 2011. Mbah Pleci - All Rights Reserved
    Template Created by Creating Website Published by Mas Template
    Proudly powered by Blogger